""SELAMAT DATANG DI HALAMAN BLOG KAMI""" ,,, "Terima Kasih atas Kunjungan Anda"____
Tampilkan postingan dengan label Akhlak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akhlak. Tampilkan semua postingan

18 Sep 2011

Pengembangan Akidah Ahlak

Prinsip-prinsip Pengembangan Aqidah Akhlak Sesuai dengan kondisi negara, kebutuhan masyarakat, dan berbagaii perkembangan serta perubahan yang sedang berlangsung dewasa ini, maka dalam pengembangan materi aqidah akhlak, 

Kami memperhatikan dan mempertimbangkan perinsip-prinsip:
1) keimanan, nilai, dan budi pekerti luhur;
2) penguatan integritas nasional;
3) keseimbangan etika;

20 Agu 2011

Sifat-sifat terpuji

Ringkasan kajian kitab Sulamuttaufiq tentang akhlaq terpuji, yang wajib diyakini ( dilaksanakan ) dalam hati secara garis besar, 

a. Iman kepada Allah swt  dan meyakini melaksanakan risalahNya yang diwayukan kepada RasulNYA; 
yaitu meyakini tunggalNya Allah swt dan sifat-sifat Allah yang tetap serta abadi,  dan adanya perintah dan larangan.
( Dikatakan oleh Ulama Syekh 'Ali Al munaeri dalam kitab Tukhfatul Wafiyah; Ketahuilah bahwa Faidah Rukun Iman terdiri dari 4 kesimpulan :
Pertama : Bahwa Allah swt  itu, Tunggal tidak ada yang ke dua bagiNYA.
Kedua  :  Bahwa Allah swt  itu,  Maha mengetahui tidak bodoh bagiNYA.
Ketiga  :  Bahwa Allah swt  itu,  Mampu segala galanya tidak lemah bagiNYA.
Keempat : Bahwa Allah swt  itu,  'Adil (ketentuan hukumNYA) tidak dzalim bagiNYA.)

b. Iman kepada Rasullullah saw  dan meyakini serta melaksanakan ketentuan hukum yang datangnya dari beliau ; 
yaitu melaksanakan apa yang diperintahkan oleh rasulAllah dan meninggalkan apa yang dilarang oleh beliau.

c. Membenarkan serta mengucapkan dalam hati : bahwa "Saya ridha /senang dengan adanya hukum syari'at yang datangnya dari  RasulAllah saw, 

d. Ikhlas dalam melaksanakan amal ibadah : arti daripada ikhlas ialah membersihkan hati dari sifat Riya (ingin dipuji oleh sesama) dikatakan oleh seorang Ulama dalam Kitab Ta'lim Muta'alim yang bernama Syekh Fudail bin 'Iyadh bahwa ; " Meninggalkan amal karena pujian oleh manusia, itu adalah Riya, dan

1 Mei 2011

Meneladani Akhlak Rasulullah SAW

Ciri utama Rasulullah saw yang paling menonjol adalah akhlak beliau yang sangat mulia. Kemuliaan akhlak beliau diakui bukan hanya oleh kawan, tapi juga oleh lawan. Tak terhitung berapa banyak tokoh-tokoh kafir yang semula memusuhi beliau, berbalik menjadi pendukungnya yang paling tangguh.

Bahkan kemuliaan akhlak beliau itulah, bukan pedang sebagaimana yang dikatakan oleh musuh-musuh Islam, menjadi rahasia besar di balik keberhasilan dakwah Islam. Allah Tuhan semesta alam memuji beliau dengan firman-Nya, “ Sesungguhnya engkau Muhammad benar-benar berbudi pekerti yang agung.” ( QS.Al-Qalam (68):4 ) Pujian siapakah yang lebih besar dan lebih jujur daripada pujian Allah, SWT?

“Sesungguhnya telah datang kepada kalian seorang rasul dari dirimu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan kebaikan untukmu, pemaaf dan penyayang kepada orang-orang mukmin.” ( QS.Al-Taubah (9):128 )
Surat al-Taubah ayat 9 ini berbicara tentang beberapa sifat Nabi yang patut diteladani oleh setiap umatnya. Sifat yang pertama, beliau ikut menderita bersama penderitaan umat, berat terasa olehnya penderitaanmu. Terhadap umatnya, Rasulullah ibarat seorang ibu yang sedang mengasuh anak-anaknya. Hati beliau akan sangat sedih sekali melihat umatnya menderita, sakit atau tertimpa musibah. Beliau bahkan lebih menderita daripada seorang ibu yang melihat anaknya menderita penyakit.

Sikap empati ini juga beliau anjurkan kepda setiap umatnya. Beliau bersabda, “Barangsiap yang tidak bersedih dengan musibah yang menimpa kaum muslimin, maka ia bukan bagian dari mereka.” Beliau juga bersabda, “sesama muslim harus seperti sebuah tubuh, jika satu anggota menderita sakit, seluruh badan ikut merasakannya.”

Sifat yang kedua, sangat mengharap kebaikan sebanyak-banyaknya untuk umat muslim, sangat menginginkan kebaikan untukmu. Artinya, Rasulullah ikut bergembira dengan kegembiraan yang dirasakan oleh salah seorang umatnya. Tak ada rasa iri ataupun keinginan agar nikmat yang dimiliki seseorang hilang dari dirinya. Meski terdengar cukup sederhana, sifat ini hanya bisa terdapat pada diri orang yang hatinya bersih dari dengki, iri dan sifat-sifat tercela lainnya. Jika para pemimpin rakyat memiliki sifat ini, tentu rakyat akan hidup dalam kemakmuran.

Sifat berikutnya adalah sangat pemaaf dan penuh kasih sayang kepada orang-orang yang beriman. Dalam ayat yang lain, Allah mengilustrasikan masayarakat muslim di masa Nabi dengan ucapan, “sangat tegas kepada orang-orang kafir, saling kasih sayang sesama mereka.” Dan Rasulullah adalah orang pertama yang mencontohkan hal itu kepada mereka. Sebagai umatnya, kita diharuskan untuk meneladani sifat-sifat dan akhlak mulia ini semaksimal mungkin. Rasulullah saw pernah bersabda, “Sesungguhnya orang yang paling aku cintai dan paling dekat dengan aku pada hari akhir kelak adalah yang termulia akhlaknya. Subhanallah
 
Naskhah : Lubna Amir, MA (Kasi Seni Keagamaan DITPENAIS)   Website Ditjen Bimas Islam

Postingan Populer