""SELAMAT DATANG DI HALAMAN BLOG KAMI""" ,,, "Terima Kasih atas Kunjungan Anda"____
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

13 Jul 2013

Budidaya Ikan Patin

Tahu ikan patin? Ikan tawar yang satu ini telah lama menjadi primadona di kalangan pecinta kuliner. Tidak heran jika makin hari permintaannya semakin meningkat. Ikan patin memiliki warna keperakan dan punggung yang dipenuhi gradasi warna biru. Seiring dengan permintaannya yang semakin tajam, tidak mengherankan jika banyak yang melirik usaha budidaya ikan patin. Ikan dengan panjang antara 35 sampai 40 cm ini juga tergolong ikan yang mudah dibudidayakan sebab ia tak membutuhkan air yang mengalir untuk mengembangkan bobot tubuhnya. Selain itu, ikan patin juga sanggup hidup di air dengan kandungan kadar oksigen rendah.

Ikan patin termasuk ke dalam kerabat Pangasidae dengan klasifikasi ilmiah sebagai berikut:

Ordo : Ostarioplaysi.
Subordo : Siluriodea.
Famili : Pangasidae.
Genus : Pangasius.
Spesies : Pangasius pangasius Ham. Buch.

Di Indonesia, jenis ikan patin yang paling umum dibudidayakan antara lain:

27 Agu 2011

Do'a dan Dzikir Selepas Shalat Fardhu

         Di dalam Al-Qur`an dan As-Sunnah diterangkan tentang keutamaan berdzikir kepada Allah, baik yang sifatnya muqayyad (tertentu dan terikat) yaitu waktu, bilangannya dan caranya terikat sesuai dengan keterangan dalam Al-Qur`an dan As-Sunnah, tidak boleh bagi kita untuk menambah atau mengurangi bilangannya, atau menentukan waktunya tanpa dalil, atau membuat cara-cara berdzikir tersendiri tanpa disertai dalil baik dari Al-Qur`an ataupun hadits yang shahih/hasan, seperti berdzikir secara berjama’ah (lebih jelasnya lihat kitab Al-Qaulul Mufiid fii Adillatit Tauhiid, Al-Ibdaa’ fii Kamaalisy Syar’i wa Khatharul Ibtidaa’, Bid’ahnya Dzikir Berjama’ah, dan lain-lain).
Atau dzikir-dzikir yang sifatnya muthlaq, yaitu dzikir di setiap keadaan baik berbaring, duduk dan berjalan sebagaimana diterangkan oleh ‘A`isyah bahwa beliau berdzikir di setiap keadaan (HR. Muslim). Akan tetapi tidak boleh berdzikir/menyebut nama Allah di tempat-tempat yang kotor dan najis seperti kamar mandi atau wc.
Diantara ayat yang menjelaskan keutamaan berdzikir adalah:

Hikmah Shalat dan amalan wirid

        Shalat lima waktu adalah perintah wajib yang harus dilaksanakan oleh setiap ummat islam, pada setiap waktu yang telah ditentukan, Hikmah dari shalat selain menjalankan atas dasar perintah Sang Khaliq, secara haqiqi seorang hamba menghadap kepadaNya mendekatkan diri kehadapan ilahi, untuk menyerahkan diri minta ampunan dari segala perbuatan dosa, memohon segala apa yang kita kehendaki baik urusan duniawi maupun ukhrawi, setiap seorang muslim selesai mengerjakan sholat yang lima waktu berarti ia telah membersihkan dirinya dari berbagai dosa yang telah setiap saat dari waktu kewaktu, sebagaimana Hadits Rasulullah saw :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمْعَةُ إِلَى الْجُمْعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ

Dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu bahwa sesungguhnya Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Sholat lima waktu dan (sholat) Jum’at ke (sholat) Jum’at serta dari Ramadhan ke Ramadhan semua itu menjadi penghabus (dosanya) antara keduanya selama ia tidak terlibat dosa besar.” (HR Muslim )

Seorang muslim yang telah memahami dan meyakini kebenaran hadits di atas, niscaya ia tidak akan meninggalkan sholat lima waktu. dalam hadits  lain diriwayatkan bahwa bila seorang muslim khusyu dalam melaksanakan sholatnya, maka ia akan diampuni segala dosanya yang telah ia lakukan di masa lampau. riwayat hadits sebagai berikut :

23 Agu 2011

Mendidik Anak Taat ajaran Syari'ah

Oleh: Ummu Azkiya
Anak adalah karunia Allah swt  dan sebagai amanah yang harus di jaga dan dirawat sebaik-baiknya, selain amanah juga sebagai penerus orang tua dalam menjalankan tugas melanjutkan tujuan dan cita-cita orangtua terutama tugas ibadah yang telah menjadikan kewajiban.  Sebagai orangtua pada era globalisasi saat ini sangatlah berat.  Apalagi jika orangtua mengharapkan anaknya tidak sekadar menjadi anak yang pintar, tetapi juga taat dan salih. Menyerahkan pendidikan sepenuhnya kepada sekolah tidaklah cukup.  Mendidik sendiri dan membatasi pergaulan di rumah juga tidak mungkin. Membiarkan mereka lepas bergaul di lingkungannya cukup berisiko.  Lalu, bagaimana cara menjadi orangtua yang bijak dan arif untuk menjadikan anak-anaknya taat pada syari'ah.

Tanamkan pola pikir sari’ah
Hampir setiap orangtua mengeluhkan betapa saat ini sangat sulit mendidik anak.  bukan saja sikap anak-anak zaman sekarang yang lebih berani dan agak ‘sulit diatur’, tetapi juga tantangan arus globalisasi budaya, informasi, dan teknologi yang turut memiliki andil besar dalam mewarnai sikap dan perilaku anak.
“Anak-anak sekarang beda dengan anak-anak dulu.  Anak dulu kan takut dan segan sama orangtua dan guru.  Sekarang, anak berani membantah dan susah diatur.  Ada saja alasan mereka!”
Begitu rata-rata komentar para orangtua terhadap anaknya.  Yang paling sederhana, misalnya, menyuruh anak shalat.  Sudah jamak para ibu ngomel-ngomel, bahkan sambil membentak, atau mengancam sang anak agar mematikan TV dan segera shalat.  Di satu sisi banyak juga ibu-ibu yang enggan mematikan telenovela/sinetron kesayangannya dan menunda shalat. Fenomena ini jelas membingungkan anak.
Pandai dan beraninya anak-anak sekarang dalam berargumen untuk menolak perintah atau nasihat, oleh sebagian orangtua atau guru, mungkin dianggap sebagai sikap bandel atau susah diatur. Padahal bisa jadi hal itu karena kecerdasan atau keingintahuannya yang besar membuat dia menjawab atau bertanya; tidak melulu mereka menurut dan diam (karena takut) seperti anak-anak zaman dulu.

Pendidikan anak dalam konsep syari'at islam


وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَاماً
Artinya : Dan orang orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.
( QS. Al-Furqan : 74 )


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَاراً وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
Artinya : Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (QS. At Tahrim: 6 ).

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ وَقُتَيْبَةُ يَعْنِي ابْنَ سَعِيدٍ وَابْنُ حُجْرٍ قَالُوا حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ هُوَ ابْنُ جَعْفَرٍ عَنْ الْعَلَاءِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

Artinya : Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Ayyub dan Qutaibah -yaitu Ibnu Sa'id- dan Ibnu Hujr mereka berkata; telah menceritakan kepada kami Isma'il -yaitu Ibnu Ja'far- dari Al 'Ala' dari Ayahnya dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila salah seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah segala amalannya kecuali tiga perkara; sedekah jariyah, ilmu yang bermanfa'at baginya dan anak shalih yang selalu mendoakannya." (HR. Muslim, dari Abu Hurairah)

18 Agu 2011

Pendidikan Akidah harus dimulai dari Rumah

              Akidah adalah penuntun pikiran dan perilaku seseorang. Bila akidahnya baik, pola pikIr dan perilaku orang yang bersangkutan akan baik pula. Sebaliknya, bila akidahnya buruk, orang tersebut akan memiliki kecenderungan berpikir dangkal dan berperilaku tidak sesuai syariat. Hal tersebut akan terus berlangsung selama dia belum mendapatkan pencerahan.

Persoalan pendangkalan akidah ini merupakan pembahasan yang serius. Betapa tidak, dari waktu ke waktu, korbannya semakin banyak saja. Yang sangat memprihatinkan, banyak dari korban tersebut adalah generasi muda pada usia sekolah dan kuliah. Kalau dibiarkan, fenomena ini akan menjadi ancaman besar bagi umat Islam generasi mendatang.
Bila diselisik lebih jauh, pendangkalan akidah pada generasi muda ini sudah berlangsung sejak lama. Sebut saja para pengikut aliran sesat Surga Eden dan HDH di Cirebon. Pelaku bom bunuh diri di beberapa tempat di Indonesia pun adalah anak muda. Korban pendangkalan akidah oleh NII gadungan KW 9 juga adalah pelajar dan mahasiswa.
Jika dilihat dari pandangan psikologi, para pelaku aliran sesat memanfaatkan kelabilan jiwa para pelajar dan mahasiswa yang mudah didoktrin oleh pemahaman-pemahaman yang jauh dari ajaran Islam. Sebab lain yang tidak kalah penting adalah para korban disinyalir kurang mendapat pendidikan akidah di keluarganya dan jarang berkomunikasi dengan orangtuanya.

Disebutkan Elly Risman dalam salah satu acara di TV One, anak-anak usia sekolah dan kuliah mudah didangkalkan akidahnya kerena beberapa faktor. Pertama, faktor lingkungan keluarga. Di rumah, mereka kurang mendapatkan pendidikan agama secara baik dan benar. Padahal, pendidikan akidah sepatutnya harus diajarkan kepada anak sejak dini. Di sinilah pentingnya anak-anak dikenalkan pada akidah Islam yang benar sesuai dengan daya nalar dan usianya. Dengan demikian, anak-anak tidak mudah terjebak dalam aliran sesat karena dalam dirinya sudah terpatri pengetahuan dan wawasan mengenai yang baik dan yang buruk sesuai dengan syariat Islam.

Mendidik Anak Menurut Al-Qur'an

             Menanamkan pendidikan terhadap anak menurut sari'at islam bukanlah hal yang gampang mengingat zaman sekarang dimana pendidikan akidah telah diabaikan bahkan ditinggalkan, ini langkah-langkah penerapan pendidikan jauh dari kebenaran dan mengakibatkan berbahaya pada masa depan anak terutama akidah sebagai dasar pegangan kehidupan menuju waladun shaliun, 
Coba kita renungkan ayat-ayat Al-Qur'an dibawah ini 

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
Artinya : Dan (Ingatlah) ketika Luqman Berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar (QS. Lukman: 13). 

Dari ayat tersebut dapat kita ambil pokok pikiran sebagai berikut :

Postingan Populer